penting dari
pengetahuan.
Karena
pengetahuan
terbatas pada
semua yang kita
ketahui dan
mengerti,
sementara
imajinasi
melingkupi dunia, dan semua hal yang akan
diketahui dan dimengerti”
Albert Einstein (1870 – 1955)
Albert Einstein adalah seorang tokoh ilmu
pengetahuan. Pada umumnya orang mengkaitkan
namanya dengan kejeniusan dan pola pikir
analisis – matematis. Sedikit dari kita yang
mengetahui bahwa Einstein adalah tokoh dalam
dunia imajinasi.
Albert Einstein adalah seseorang yang mengerti
kepentingan umum dan pengembangan diri
sendiri. Teman-teman anda biasanya akan
menganggap bahwa pengetahuan lebih penting
dari imajinasi. Setelah membaca buku ini anda
akan tahu mengapa seorang super jenius dunia
berkata demikian.
“Imajinasi adalah
sebuah senjata dalam
perang melawan
realita”
-
Jules de Gaultier
Walt Disney
imajinasi. Semua orang tahu itu.
Seberapa penting imajinasi ini
bagi Walt? Semua orang tahu
bahwa tikus itu menjijikan dan
merugikan. Imajinasi Walt Disney telah membawa
seekor tikus bernama Mickey menjadi tokoh
internasional yang terus hidup, tanpa
terpengaruh oleh situasi politik dan konflik dunia.
Setiap kali kita melihat
Mickey Mouse, imajinasi
tersebut hidup dalam
pikiran kita. Saya bahkan
tahu ada beberapa orang
yang sekarang bermimpi ingin bertemu dengan
tikus itu. Mickey adalah sebuah imajinasi yang
menjadi kenyataan. Paling tidak mengalirkan
jutaan dolar pada sang pemilik imajinasi. Saya sih
lebih senang bebek dengan temperamen jelek
yang bernama Donald Duck. Untuk saya Mickey
Mouse terlalu “Sopan”.
Disneyland adalah impian dan imajinasi lain dari
Walt. Dia telah mencipta Disneyland dalam
pikirannya. Disneyland telah menjadi realitas
hidup dari Walt Disney.
Leonardo da Vinci
Sosok misterius yang jenius ini
banyak menginspirasi para
penemu. Leonardo da Vinci
banyak mempergunakan
imajinasi yang dikombinasikan
dengan ilmu pengetahuan.
Tidak mungkin Leonardo mempunyai imajinasi
yang sedikit. Sebagian besar karya disainnya
menggambarkan imajinasi yang kuat ditambah
dengan pengetahuan yang luas.
imajinasi Leonardo tentang
sebuah mesin yang dapat
terbang secara vertikal.
“Untuk menemukan
sesuatu, anda
membutuhkan sebuah
imajinasi yang baik
dan se-ember penuh
sampah”
- Thomas A.
Edison (1847 – 1931)
Kendaraan seperti ini sekarang kita kenal sebagai
helikopter.
Dia adalah seorang dengan bidang studi yang luas.
Area minat dan keahliannya meliputi aeronautik,
anatomi, astronomi, biologi tumbuhan, pemetaan,
disain sipil, kimia, geologi, geometri,
hidrodinamika, matematika, mesin, optik, fisika,
biologi binatang, sampai ahli
bahan peledak.
Masih banyak yang
mempertanyakan apakah banyak
disain yang digambarnya
merupakan hasil analisa atau
merupakan imajinasi. Leonardo Da
Vinci membutuhkan keduanya untuk berkarya.
Bagaimana dengan anda ?
Pembunuhan Imajinasi
Jika Imajinasi adalah manusia, maka kita semua
bersama-sama bertanggung jawab atas
pembunuhan berantai terbesar di jagad alam raya
ini. Pada saat kecil, kita tidak bisa membedakan
mana imajinasi dan mana kenyataan. Semuanya
sama saja. Lalu orang tua dan lingkungan kita
mulai mengajarkan kenyataan hidup dengan cara
membunuh imajinasi kita. Imajinasi dibunuh agar
kita mengetahui mana dunia nyata dan dunia
khayalan. Ayah saya adalah seorang penggemar
film. Beliau sampai serius membahas tentang
tokoh film. Ibu saya adalah orang yang realistis.
Beliau selalu berkata bahwa film itu bohong, buat
apa kita tonton dan bahas. Sekarang ibu saya
“Seseorang
mempunyai imajinasi
yang bebas, tetapi
terbatas pada
pikirannya”
– Israel
Lipkin
banyak menonton sinetron, dan larut dengan
imajinasinya tentang para tokohnya.
Sebenarnya manusia tidak dapat
hidup tanpa imajinasi. Tetapi
lingkungan membangkitkan kembali
imajinasi kita sekaligus
membunuhnya lagi. Kita pun tidak
lepas dari peran itu. Kita sibuk
membunuh imajinasi anak kita sekaligus
membangkitkannya. Lalu kita semua bingung
dengan imajinasi ini. Bahkan banyak yang tidak
tahu untuk apa imajinasi itu ada dalam kehidupan
kita.
Menekan kreatifitas
Saya pernah mendapat nilai 4 dalam
menggambar. Ketika itu guru menyuruh muridmurid
untuk menggambar kegiatan yang
dilakukan pada masa liburan. Pada masa liburan
itu saya beserta Ayah dan Ibu pergi ke Jakarta Fair.
Pada waktu itu Jakarta Fair masih merupakan
event yang WAH dan WOW. Karena begitu
semangatnya saya menggambar langit dengan
warna coklat campur merah, dan saya juga
menggambar 10 bendera dengan kain bendera
yang menghadap arah berbeda-beda. Lima
bendera berkibar ke kanan dan lima bendera
berkibar ke kiri. Saya masih ingat perkataan guru
saya yang menegur saya bahwa tidak mungkin
bendera menghadap arah yang berbeda-beda
seperti itu karena angin pasti bertiup satu arah,
sehingga semua bendera harus berkibar ke arah
yang sama, dan tidak ada warna langit yang cokat,
Semua langit warnanya biru !
Perkataan itu masih terngiang-ngiang ketika saya
melihat lukisan Salvador Dali ini.
Mana ada manusia
lahir dari telor, dan
telornya pun adalah
dunia lagi. Saya akan
memberi nilai 3 pada lukisan ini dengan pola pikir
guru saya. Entahlah ini dendam dan sakit hati
mungkin. Tapi imajinasi kita banyak di bunuh oleh
lingkungan. Kemungkinan besar Salvador Dali
berhasil melawan pembunuhan imajinasi ini.
Lukisannya sangat imajinatif dan “Aneh”.
Kelihatannya dari pengalaman masa lalu ini kita
perlu meningkatkan daya imajinasi kita. Lebih
baik kita menghayal dan berimajinasi bersama
anak kita. Tertawa sajalah, dan menggambarlah
dengan mempergunakan tuntunan imajinasi.
Tidak ada yang menilai kita kan?
Menggambar
Imajinasi sering disebut sebagai hasil dari
membayangkan atau mengkhayal. Ini adalah
kemampuan untuk membentuk suatu gambaran,
perasaan, dan suatu konsep di pikiran tanpa
didapat sebelumnya dari penglihatan,
pendengaran, atau dari indera lain. Secara umum
seseorang dapat berimajinasi jika terjadi sinergi 3
otak. Lingkungan tidak
mengancam, sehingga otak dasar dapat berfungsi
dengan baik. Emosi sang pemilik otak juga dalam
keadaan baik atau senang. Salam keadaan ini otak
dapat bekerja penuh.
Munculnya imajinasi sering dianalogikan dengan
kemampuan puncak dari otak. Untuk para pemula,
imajinasi seringkali membutuhkan benih. Sebuah
benda atau pembicaraan, dapat menjadi benih
bagi imajinasi.
Sebuah benih imajinasi pada dasarnya adalah
terciptanya koneksi antar neuron di otak. Jika
benih imajinasi ini dikembangkan, maka akan
terbentuk koneksi-koneksi lain pada neuron (sel
otak). Koneksi yang terjadi karena imajinasi ini
adalah koneksi baru yang belum pernah terjadi
sebelumnya.





0 komentar:
Posting Komentar